untuk sepatu kananku

aku tidak tahu darimana kamu tahu aku sedang sangat ingin makan ramen yang dijual di nikkou ramen. sudah ingin dari lama-lama-lama sekali tapi belum kesampaian.
aku baru sadar, kamu tadi tiba-tiba merekomendasikan nikkou. tapi semenit kemudian menolak untuk menemaniku makan di sana. alasannya “nanti aku juga ngiler kalau di sana!”
oke. sehabis puasa kita makan bareng di sana yaaa! :D
tadi rasanya ingin bilang begitu. tapi urung. yasudah, lagipula kita sering keluar makan tanpa rencana ‘kan? hehehe~
hmmmm, aku tidak tahu sejak kapan kita mulai dekat. tapi satu hal yang paling kusyukuri dari kedekatan kita adalah immobilitasku.
maaf dan terimakasih sudah merepotkanmu. kamu harus menemaniku kesana kemari. mengantarku pulang hingga pukul 1 pagi. daaaan masih banyak lagi.
entah sejak kapan hingga hari ini. aku mengenalmu. putihmu. hingga hitammu sekalipun.
masa mudamu memang tidak bersih. jahat, kubilang. sangat jahat, malah. bahkan logikamu sekarang, terkadang aku masih belum memahaminya sampai detik ini.
sifat womannizer dan playboymu yang luar biasa. aku tidak tertarik, tapi juga tidak terganggu. jadi aku cuek saja dengan kamu.
selama kamu tidak memainkan skenario apapun kepadaku (sama seperti perempuan-perempuan lain yang sering kamu ceritakan ke aku), aku bisa menerimamu.
aku tahu kamu mendekati siapa saja. aku tahu kamu memandang siapa.
siapa yang bukan aku.
maka aku mendapat jawaban tanpa pernah dan tanpa harus bertanya bagaimana aku bagimu.
tapi meski demikian, kamu memang kawan terbaik sampai saat ini.
alasannya sederhana,
kamu membuatku tidak ingin sakit dan selalu memaksaku untuk tetap sehat. terimakasih untuk selalu komplain karena makanku yg tak pernah habis. yang tadi aku sadar kamu cerewet krn bibirku kering, padahal yang puasa kan kamu. bukan aku. hehehe~
anyway, aku mau apel lagi dong.. karena You’re the Apple of My Eye. :p
kamu membuatku kuat dan berani dan lebih tegas. terimakasih sudah mengingatkan posisiku, menyemangatiku, juga memarahiku karena aku pernah bersikap sok kuat padahal nyatanya tidak.
terimakasih sudah membiarkan aku menangis di atas motor, di bawah hujan tengah malam, ketika kamu mengantarku pulang sebelum kamu pergi ke luar kota. maaf membuat orang-orang di perempatan memandang ke arah kita.
oh, mungkin kamu tidak tahu aku menangis. kuharap begitu.
kamu membuatku sering tertawa, meski belakangan ini rasanya sulit sekali untuk sejenak tersenyum. tapi guyonan khasmu selalu menghibur.
sesimpel membuat lelucon ttg dosen, mendengarmu mengumpat karena sesuatu hal, atau mengajariku kosakata-kosakata baru yang ternyata artinya tidak pantas diajarkan ke orang sepolos aku hahaha~
kamu membuatku menjadi pribadi yang sering berbagi cerita. memang kamu tak tahu banyak tentang ceritaku.. tapi meski demikian, aku jadi lebih terbuka & lebih mau share cerita. curhat. atau apapun itu namanya.
terimakasih untuk obrolan di tempat makan, di kampus, di motor, dan di mobil. di manapun tempat kita membunuh waktu bersama.
terbayang tidak aku yang dulu? yang begitu tertutup?
dan lebih dari semua itu,
kamu membuatku semangat. membuatku mau belajar hal baru. untuk semua obrolan yang pernah terjadi. untuk genre musik yang bukan ‘aku’. untuk pengetahuan-pengetahuan absurd dan normal yang kita bagi.
kamu memperluas lingkaranku.
terimakasih untuk kemarin dan hari ini dan semoga untuk hari-hari ke depan–aku sangat berharap masih mengucap syukur untuk hadirmu yg seperti ini.
terimakasih untuk telah bersikap baik. memperlakukanku dengan baik. dan maaf tadi tidak memperlakukan ayahmu dengan baik. aku bingung harus bicara apa kalau tidak ditanya hehehe~
terimakasih paling tulus untuk sepatu kananku.
XO
PS: aku merasa kamu adalah sepatu kananku. meski (mungkin) merasakannya sepihak, tapi ini benar. aku tidak bisa berbuat banyak tanpa kamu. sama seperti sepatu, jika hilang sebelah akan terasa aneh bagi pemakainya.
jadi, jangan marah ya kalo sekarang kupanggil kamu sepatu kananku :)



sumber klik disini  : https://negeridongengremaja.wordpress.com/

0 komentar:

Posting Komentar